NGANJUK, TALIGAMA NEWS- Paidi kakek Berusia delapan puluh lima tahun dari Desa Kampung Baru Tanjung dan Dedik Pramono(disabilitas) dari Sanan Pace Nganjuk Jawa Timur
tetap semangat ikuti kenaikan tingkat
Sabuk jambon yang di laksanakan pada Hari minggu pukul 9.00 WIB (6-11-2022) di gedung Padepokan PSHT Cabang Nganjuk Desa Bogo kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk.
Saat di tanya awak media atas dasar apa ikut latihan di PSHT, dia mengatakan kepada awak media bahwa selain mencari sehat dan persaudaraan juga karena ajarannya. Paidi yang sebagai petani kakek dari enam belas cucu dari sepuluh anak ini tetep semangat dan optimis bisa lolos dalam test/ujian kenaikan tingkat Jambon ini.
Begitu pula Dedi(disabilitas)walaupun dengan satu tangan tetep semangat dan percaya akan berhasil menyelesaikan materi yg di berikan oleh pelatih dan pendamping dalam ujian nanti.
Saat di temui awak media Gondo Hariyono selaku ketua cabang PSHT cabang Nganjuk menyampaikan bahwa di Organisasi PSHT tidak ada batasan maximal usia dan kondisi fisik pada anggota nya yang ingin menjadi warga persaudaraan Setia Hati Terate.
Karena di dalam ajaran PSHT bukan hanya mengajarkan pencak silat tapi juga mengajarkan tentang Budi Luhur.
Dan juga menjalin persaudaraan
dalam test kenaikan sabuk jambon Gondo Hariyono memberikan pembekalan dan arahan kepada semua peserta test untuk selalu bersikap yang berbudi luhur tahu benar dan salah menumbuh kembangkan rasa persaudaraan kepada semua hamba tuhan. Mengarahkan kepada adik-adik supaya bisa bermanfaat bagi masyarakat dan ikut membantu terciptanya Kamtibmas di wilayahnya masing-masing.(JTI)